penjumlahan pecahan desimal berikut yang hasilnya terbesar adalah
14 = 25 / 100 = 0,25. Selanjutnya adalah menjumlahkah kedua bilangan desimal. Untuk menjumlahkan bilangan desimal, dapat menggunakan penjumlahan bersusun dengan menyejajarkan tanda komanya. Sehingga diperoleh: 0,25 + 0,5 = 0,75. Jadi, hasil penjumlahan dari 1 / 4 + 0,5 = 0,75. Demikianlah pembahasan mengenai cara menghitung penjumlahan yang
Cara2 : Pecahan desimal diubah ke pecahan biasa terlebih dahulu. 1,05 + 2,14 + 0,346 = . Penjumlahan tiga pecahan desimal dilakukan dengan menjumlahkan dua pecahan desimal terlebih dahulu. Lalu, hasilnya dijumlahkan dengan pecahan desimal ketiga. Seperti pada penjumlahan , pengurangan pecahan desimal lebih mudah dihitung dengan cara bersusun.
Penjumlahanpecahan desimal berikut yang hasilnya terbesar adalah - 16938843 arini279 arini279 15.08.2018 Matematika Sekolah Menengah Pertama terjawab • terverifikasi oleh ahli Penjumlahan pecahan desimal berikut yang hasilnya terbesar adalah A.12,45 + 17,32 B.20,08 + 9,4 C.18,72 + 11,25 D.15,07 + 14,57 dengan caranya 1 Lihat jawaban Iklan
ContohSoal 5: Penjumlahan Pecahan Campuran. Hitung : 1 1 / 2 + 4 1 / 3 = ? Jawab : Cara yang umum dilakukan untuk penjumlahan pecahan campuran adalah ubah dahulu semua bilangan pecahan menjadi bentuk pecahan biasa, lalu dijumlahkan seperti proses penjumlahan pecahan biasa diatas. Jadi 1 1 / 2 + 4 1 / 3 = 35 / 6 = 5 5 / 6.
Empatbilangan berurutan dari 1000 bilangan berikut yang memiliki hasil kali terbesar adalah 9 × 9 × 8 × 9 = 5832. Representasi desimal dari unit pecahan untuk penyebut dari 2 sampai 10 adalah sebagai berikut: 1/2 = 0.5 Penjumlahan paling panjang bilangan prima berurutan yang hasilnya adalah bilangan prima kurang dari seribu
Whatsapp Dating Group In South Africa. Berikut ini soal pilihan ganda, isian dan Essai materi pecahan kelas 5 SD/MIA. Pilihan pecahan desimal berikut yang hasilnya terbesar adalah …a. 12,45 + 17,32 b. 20,08 + 9,4 c. 18,72 + 11,25 d. 15,07 + 14,57 2. \\frac{3}{10}+0,15\a. 0,35 b. 0,45 c. 0,9 d. 0,9 3. \4\frac{1}{6} + p =6\frac{1}{2}\. Bilangan pengganti \p\ yang tepat adalah …a. \2\frac{1}{3}\ b. \2\frac{1}{4}\ c. \2\frac{1}{6}\ d. \2\frac{1}{8}\ 4 . Hasil dari \\frac{1}{8}+0,75\ adalah …a. \\frac{4}{5}\ b. \\frac{5}{7}\ c. \\frac{7}{8}\ d. \\frac{7}{10}\ 5. Hasil dari \7\frac{3}{10}-0,6\ adalah …a. \6,3\ b. \6\frac{3}{5}\ c. \6\frac{7}{10}\ d. \7,3\ 6. \1,25\times \frac{6}{10}\ = …a. 0,75 b. 0,5 c. 0,4 d. 0,25 7. \0,25\times \frac{1}{5}=n\, nilai \n\ yang tepat adalah …a. 0,02 b. 0,05 c. 0,2 d. 0,5 8. Hasil pembagian berikut yang salah adalah …a. \4,5 0,25 = 18\ b. \\frac{1}{5} 0,5 = \frac{4}{10}\ c. \6,5 2,5 = 2,6\ d. \3\frac{1}{5} \frac{2}{5}=\frac{1}{8}\ 9. \\frac{8}{15}\frac{2}{5}=p+\frac{1}{3}\. Bilangan yang tepat untuk menggantikan \p\ adalah …a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 10. Perbandingan umur ayah dan kakak adalah 8 3. Jika selisih umur ayah dan kakak adalah 25 tahun, umur kakak 3 tahun yang lalu adalah …a. 40 tahun b. 37 tahun c. 15 tahun d. 12 tahun B. Isian1. \2\frac{7}{15}+3\frac{1}{5}=n\. Nilai \n\ yang tepat adalah … 2. Hasil dari \85\%-\frac{7}{20}\ dalam bentuk persen adalah … 3. Bentuk desimal dari hasil \\frac{12}{30}-1\frac{9}{15}\ adalah … 4. Panjang tali milik Arif 1,5 m. Panjang tali milik Bayu \\frac{1}{2}\ bagian dari panjang tali Arif. Jumlah panjang tali milik mereka adalah … 5. Selisih tabungan Devi dan Jessi adalah Jika perbandingan jumlah tabungan Jessi dan Devi adalah 9 4, banyak tabungan Devi adalah … C. Essai1. Rina akan mengepel lantai kamarnya yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang \3\frac{1}{4}\ dan lebar 2,4 meter. Berapa luas lantai kamar yang akan dipel Rina? 2. Seorang pedagang memiliki persediaan \12\frac{1}{2}\ kg gula pasir. Gula pasir tersebut akan dikemas ke dalam beberapa kantong. Jika setiap kantong akan diisi gula pasir sebanyak \\frac{1}{4}\ kg, berapa kantong gula pasir yang dapat dibuat oleh pedagang tersebut? 3. Ibu memiliki kain sepanjang \2\frac{2}{5}\ meter. Sebanyak 0,9 meter kain dipakai untuk membuat celana dan \\frac{7}{5}\ meter untuk membuat jaket. Sisa kain ditambah dengan \\frac{8}{16}\ meter dari potongan kain lain yang akan dibuat tas. Tentukan panjang kain yang digunakan ibu untuk membuat tas! 4. Ayu membelanjakan \\frac{10}{21}\ uangnya untuk membeli buku cerita dan \\frac{5}{14}\ uangnya untuk membeli pensil warna. Lalu, Ayu menggunakan sisa uangnya untuk membeli es buah. Jika uang yang dimiliki Ayu mula-mula berapa harga es buah yang dibeli Ayu? 5. Sebuah bambu sepanjang \20\frac{3}{15}\ m dipotong menjadi beberapa bagian. Setiap bagian memiliki panjang 50,5 cm. Tentukan banyak potongan bambu! Baca jugaSoal Matematika Perkalian dan Pembagian Pecahan dan Desimal Kelas 5 SDMenyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kecepatan kelas 5 SDMenyelesaikan Masalah yang berkaitan dengan debit
Kemegahan dan kebesaran kompleks Candi Penataran membuktikan perjuangan dan peranan para tokoh di masa Kerajaan Majapahit. Candi Penataran dibangun pada masa Kerajaan Kediri dan dipergunakan pada masa Kerajaan Majapahit. Di dalam kompleks candi, terdapat arca, bangunan yang disebut Bale Agung, prasasti batu tulis dan beberapa candi, di antaranya Candi Naga yang berukuran lebar 4,83 meter, panjang 6,57 meter, dan tinggi 4,70 meter. Selain itu, terdapat candi yang dianggap paling suci, yaitu Candi Induk. Candi Induk terdiri atas tiga teras bersusun dengan tinggi seluruhnya 7,19 meter. Candi biasanya digunakan untuk memuliakan orang sudah meninggal, terutama para raja dan orang terkemuka. Namun, ada beberapa Candi yang merupakan tempat ibadah ataupun penyelenggaraan upacara kerajaan. Mereka yang berjuang di masanya untuk dapat memikirkan kehidupan rakyatnya dapat disebut sebagai pahlawan di masa itu. Namun, teladannya masih dapat kita pelajari sampai sekarang berkat adanya peninggalan dan catatan sejarah. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Desimal Jika tinggi Candi Naga 4,7 meter dan Candi Induk 7,1 meter Berapakah selisih tinggi kedua candi tersebut? Untuk mengetahui beda dari kedua bilangan, kamu harus mengurangkan kedua bilangan itu. Berikut langkah-langkah operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan desimal. 1. Mengubah Pecahan Desimal menjadi Pecahan Biasa Cara paling mudah mengubah bilangan desimal dengan menjadi pecahan biasa adalah dengan mengubahnya ke bentuk pecahan dengan penyebut kelipatan 10, 100, dan seterusnya.. Untuk menentukan penyebut pecahan dapat dilihat berapa banyak angka dibelakang koma. 1 angka dibelakang koma berarti penyebut sepuluh, 2 angka dibelakang koma berarti penyebut seratus, 3 angka dibelakang koma berarti penyebut seribu. Kemudian jumlahan atau kurangkan pecahan-pecahan biasa tersebut. Perhatikan langkah-langkah berikut Hitung jumlah angka dibelakang koma, misal 0,8 → jumlah angka di belakang koma = 1 Hilangkan tanda koma dan angka nol di depan koma kemudian setelah dihilangkan jadikan bilangan tersebut manjadi pembilang pecahan ingat pembilang letakknya di atas. Misal 0,8 → setelah dihilangkan → 8 → kita jadikan pembilang. Angka dibelakang koma sebanyak dua angka yang berarti penyebut adalah 10. 0, 8 = 8/10 disederhanakan menjadi 4/5. Catatan ketika melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan pecahan desimal angka dibelakang koma yang digunakan adalah yang paling banyak. Misal ada dua angka dengan satu angka dibelakang koma dan 3 angka dibelakang koma untuk memudahkan gunakan yang 3 angka dibelakang koma, bilangan yang lain menyesuaikan dengan menambahkan angka 0 dibelakngnya lihat contoh nomor 4 dan 5 soal di bawah ini. Contoh Soal 1. 0,8 - 0,3 = 8 - 3 = 5 = 0,5 101010 2. 0,7 - 0,5 = 7 - 5 = 2 = 0,2 101010 3. 10,2 - 3,7 = 102 - 5 = 65 = 6,5 101010 4. 11,7 + 1,43 = + 143 = = 13,13 100100100 5. 1,52 + 4,7 = 152 + 470 = 622 = 6,22 100100100 2. Menggunakan Cara Bersusun Selain menggunakan cara dengan mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa cara bersusun juga dapat digunakan untuk menjumlahkan dan mengurangkan pecahan desimal. Ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi agar penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal dapat dilakukan dengan benar. Ketentuan-ketentuan tersebut adalah sebagai berikut. Menambahkan atau mengurangkan pecahan desimal dengan cara bersusun harus memperhatikan nilai tempat bilangan-bilangan desimal tersebut, antara lain Satuan dengan satuan, persepuluhan dengan persepuluhan, perseratusan dengan perseratusan dan seterusnya dluruskan tanda komanya. Untuk memudahkan penjumlahan dan pengurangan semua bilangan disamakan jumlah angka dibelakang komanya. Gunakan bilangan dengan angka dibelakang koma terbanyak sebagai patokan, sedangkan bilangan yang lain menyesuaikan dengan cara menambahkan angka 0 dibelakang bilangan tersebut. Contoh 0,343 0,5 → Untuk memudahkan pengerjaan tambahkan 0 dibelakang angka 5 sehingga menjadi 0,500 sehingga menjadi 0,3430,500 + 0,843 3. Menggunakan Persegi Satuan Penjumlahan 0,3 dan 0,4 1. Warnailah bagian daerah yang menyatakan 0,3. 2. Warnailah bagian daerah yang menyatakan 0,4. c. Gabung bagian daerah yang menyatakan 0,3 + 0,4 = 0,7 Pengurangan 0,8 dan 0,3 1. Warnailah bagian daerah yang menyatakan 0,8. 2. Warnailah bagian daerah yang menyatakan 0,3 menutupi daerah yang pertama. 3. Berapa bagian berwarna yang belum diarsir? 0,8 - 0,3 = 0,5 Soal Latihan 1. Hitunglah operasi berikut ini a. 0,34 + 0,2 0,34 - 0,2 = 34 - 20 = 14 = 0,14 100100100 b. 0,45- 0,25 0,45 - 0,25 = 45 - 25 = 20 = 0,20 100100100 c. 0,58 + 0,16 0,58 + 0,16 = 58 + 16 = 74 = 0,74 100100100 d. 0,73 - 0,28 0,73 - 0,28 = 73 - 28 = 45 = 0,45 100100100 2. Urutkan bilangan berikut ini dari yang kecil atau sebaliknya 0,85 ; 0,23; 0,7; 0,76. 0,23, 0,7, 0,76, dan 0,85 3. Temukan penjumlahan bilangan desimal yang hasilnya 14,73. Perhatikan aturan main berikut! a. Menggunakan bilangan desimal dua angka di belakang koma! 3, 1211, 61 + 14, 73 b. Menggunakan bilangan desimal dua angka di belakang koma dan bilangan desimal dengan satu angka di belakang koma! 8, 63 6, 1 + 14,73 4. Mungkinkah bilangan 14,73 dihasilkan dari penjumlahan bilangan-bilangan desimal dengan satu angka di belakang koma saja? Mengapa? Tidak mungkin karena ada dua angka dibelakang koma, untuk mendapatkan dua angka dibelakang koma harus dari dua angka dibelakang koma juga. 5. Temukan pengurangan bilangan desimal yang hasilnya sama dengan 9,12. Perhatikan aturan main berikut! a. Menggunakan bilangan desimal dua angka di belakang koma! 20, 3411, 22 _ 9, 12 b. Menggunakan bilangan desimal dua angka di belakang koma dan bilangan desimal satu angka di belakang koma! 12, 42 3, 3 - 9, 12 6. Mungkinkah jika bilangan 9,12 dihasilkan dari pengurangan bilangan-bilangan desimal dengan satu angka di belakang koma saja? Mengapa? Tidak mungkin karena ada dua angka dibelakang koma, untuk mendapatkan dua angka dibelakang koma harus dari dua angka dibelakang koma juga.
Soal PTS Matematika Kelas 5 Kurikulum 2013 Dengan Materi Pecahan apologiku - Untuk materi awal pembelajaran matematika kelas 5 SD, membahas mengenai operasi hitung pecahan. Dalam pembahasannya, mengulas tentang penjumlahan pecahan, pengurangan pecahan, perkalian pecahan dan pembagian pecahan. Operasi hitung pecahan yang dibahas yakni terkait dengan pecahan biasa, pecahan campuran, pecahan desimal dan pecahan persen. A. PILIHAN GANDA Pilih jawaban yang paling tepat antara a, b, c, atau d ! 1. Hasil dari penjumlahan berikut 3/5+2/7 adalah … a. 21/35 b. 10/35 c. 30/35 d. 31/35 2. Hasil dari pengurangan pecahan campuran berikut adalah 6 1/2 - 4 1/6=⋯ a. 2 2/6 b. 2 3/6 c. 2 1/6 d. 6 1/8 3. Hasil dari penjumlahan pecahan campuran berikut adalah 7 3/10 + 2 3/2=⋯ a. 1 6/10 b. 1 7/10 c. 1 8/10 d. 1 9/10 4. Penjumlahan pecahan decimal berikut yang hasilnya terbesar adalah … a. 12,45 + 17,32 b. 20,08 + 9,4 c. 18,72 + 11,25 d. 15,07 + 14,57 5. 6/10 adalah hasil pengurangan dari … a. 3/2-1/5 b. 11/10-5/10 c. 3/10-3/10 d. 1/3-1/4 6. Hasil dari 5/7 X 6/10 adalah .... a. 1/ 7 b. 2/7 c. 3/7 d. 4/7 7. Hasil dari 1,2 3/5 adalah .... a. 6/3 b. 3/6 c. 1/2 d. 2/1 8. Hasil dari 5/6 ∶ 1/12 adalah .... a. 10 b. 20 c. 30 d. 40 9. Ayah membewa buah strowberi 8 1/2 Kg . Sebayak 1/2 bagian diberikan kepada Kayla. Banyaknya buah strowberi yang diberikan kepada Kayla adalah …. a. 3/4 b. 1 3/4 c. 2 3/4 d. 33/4 10. Jarak dari rumah hasan ke sekolah 1/2 Km . Di sepanjang jalan menuju sekolah terdapat lampu penerangan jalan. Lampu penerangan jalan terdapat di satu sisi jalan jarak antar lampu penerangan 1/20 Km. banyaknya lampu penerangan jalan adalah … buah. a. 8 buah b. 9 buah c. 10 buah d. 11 buah B. Isilah titik titik berikut dengan benar! Hasil penjumlahan dari 0,37 + 0,5 adalah ….. Hasil dari pengurangan pecahan 5/6- 2/4 adalah ….. Hasil dari penjumlahan 3/5+0,35=⋯ 27/15+3 1/5=n. Nilai n yang tepat adalah ... Hasil dari 85% - 7/20 dalam bentuk persen adalah … Hasil dari 5/7 X 6/5 adalah …. Hasil dari 4,5 x 5/6 adalah …. Hasil dari 2/5 0,8 adalah …. Ibu mempunyai minyak goreng 0,8 liter. Sebanyak 1/2 bagian minyak goring diberikan kepada Bu Ani. Minyak goreng yang diterima Bu Ani adalah …. Liter. Ibu membeli 6,5 lusin piring . Piring akan dibagikan kepada anggota arisan majelis taqlim di lingkungan RT . setiap anggota kelompok arisan memperoleh 1/4 lusin piring. Banyaknya anggota kelompok yang memperoleh piring adalah …. C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan uraian yang jelas dan tepat! Ayah Beni membeli 2 1/2 kg salak dan 1,75 kg jeruk. Berapa kg berat seluruh buah yang dibeli ayah ? Panjang tali milik Arif 1,5 m. Panjang tali milik Bayu 1/2 bagian dari panjang tali Arif. Berapakah jumlah panjang tali milik keduanya ? Sebuah ember berisi berisi air 3/4 bagian. Air tersebut digunakan oleh Dayu untuk mandi. Jika sisa air dalam bak mandi sebesar 40%, Maka berapa persenkah air yang digunakan Dayu untuk mandi ? Tentukan hasil hitung pecahan 4/10 X 7/9 ! Desa Panaikang mendapat bantuan air bersih 5 1/2 tangki. Air akan dibagikan ke beberapa RT. Setiap RT mendapat air bersih sebanyak 1/2 tangki. Berapa RT yang mendapat air bersih! ******* KUNCI JAWABAN A. Pilihan ganda D. 31/35 A. 2 2/6 C. 1 8/10 C. 18,72 – 11,25 B. 11/10-5/10 C. 3/7 A. 6/3 A. 10 … C. 10 buah B. Isian 0,37 + 0,5 = 0,87 5/6-2/4=10-6/12=4/12=1/3 3/5+0,35=3/5+35/100=60+35/100=95/100=19/20 2 7/15+3 1/5=37/15+16/5=37+ 48/15=85/15=17/3 85%-7/20=85/100-7/20=85-35/100=50/100=1/2 5/7 X 6/5=30/35=6/7 4,5 X 5/6=45/10 X 5/6=225/60=3,75 2/10 ∶0,8=2/10 ∶8/10=2/10 X 10/8=20/80=2/8=1/4 0,8 X 1/2=8/10 X 1/2=8/20=0,4 6,5 1/4=65/10 ∶1/4=65/10 X 4/1=260/10=26 C. Uraian 2 ½ kg + 1,75 kg = 5/2+175/100=250+175/100=425/100=4,25 kg 1,5 m + 1/2 dari 1,5 m = 1,5 + 0,75 = 2,25 m 3/4-40%=3/4-40/100=75-40/100=35/100=7/20 4/10 X 7/9=28/90 5 1/2 ∶ 1/2=11/2 ∶1/2=11/2 X 2/1=22/2=11
PembahasanIngat kembali, Cara mengurutkan pecahan dengan berbagai bentuk desimal,persen,pecahan biasa adalah mengubah pecahan-pecahan dalam satu bentuk pecahan Berdasarkan penjelasan tersebut, diperoleh pengerjaan sebagai berikut Mengubah pecahan-pecahan dalam bentuk desimal dengan cara pembagian bersusun dengan cara pembagian bersusun Sehingga apabila diurutkan dari yang nilainya terbesar adalah Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah kembali, Cara mengurutkan pecahan dengan berbagai bentuk desimal,persen,pecahan biasa adalah mengubah pecahan-pecahan dalam satu bentuk pecahan Berdasarkan penjelasan tersebut, diperoleh pengerjaan sebagai berikut Mengubah pecahan-pecahan dalam bentuk desimal dengan cara pembagian bersusun dengan cara pembagian bersusun Sehingga apabila diurutkan dari yang nilainya terbesar adalah Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D.
Untuk menjumlahkan dan mengurangkan pecahan biasa, terlebih dahulu menyamakan penyebutnya. Penyebut yang sama sebaiknya merupakan KPK dari penyebut-penyebut pecahan yang akan dijumlahkan atau dikurangkan. Lalu bagaimana cara menjumlahkan atau mengurangkan pecahan-pecahan yang berbentuk bilangan desimal? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 2 operasi hitung pada pecahan desimal yang terdiri atas penjumlahan dan pengurangan. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat belajar semoga bisa paham. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Desimal Pada penjumlahan atau pengurangan bilangan-bilangan dalam bentuk desimal yang perlu diperhatikan adalah lajur-lajur perseratusan, persepuluhan, satuan, puluhan, ratusan, dan sebagainya. Perseratusan ditempatkan dalam satu lajur, demikian juga persepuluhan, koma desimal, satuan, puluhan, ratusan, dan sebagainya. Perhatikan contoh berikut ini. Contoh 1 Hitunglah nilai penjumlahan dari a 12,325 + 8,135 b 21,032 + 9,802 + 5,181 Jawab a Bilangan 12,325 terdiri atas puluhan angka 1, satuan angka 2, koma desimal tanda “,”, persepuluhan angka 3, perseratusan angka 2 dan perseribuan angka 5. Bilangan 8,135 terdiri atas satuan angka 8, koma desimal tanda “,”, persepuluhan angka 1, perseratusan angka 3 dan perseribuan angka 5. Untuk menjumlahkannya, elemen-elemen pada kedua bilangan tersebut disusun dalam satu lajur seperti berikut ini. 1 2 , 3 2 5 8 , 1 3 5 + 2 0 , 4 6 0 Jadi, 12,325 + 8,135 = 20,460 atau bisa kita tulis 20,46. b Bilangan 21,032 terdiri atas puluhan, satuan, koma desimal, persepuluhan, perseratusan dan perseribuan. Bilangan 9,802 terdiri atas satuan, persepuluhan, perseratusan dan perseribuan. Sedangkan bilangan 5,181 juga terdiri atas satuan, persepuluhan, perseratusan dan perseribuan. Lalu jumlahkan ketiga bilangan desimal tersebut dengan cara seperti pada soal 1. a, yaitu sebagai berikut. 2 1 , 0 3 2 9 , 8 0 2 5 , 1 8 1 + 3 6 , 0 1 5 Jadi, 21,032 + 9,802 + 5,181 = 36,015. Contoh 2 Hitunglah nilai pengurangan dari a 24,56 – 23,72 b 25,56 – 13,5 Jawab a Bilangan 24,56 dan 23,72 terdiri atas puluhan, satuan, koma desimal, persepuluhan dan perseratusan. Sama seperti pada penjumlahan, untuk mengurangkan kedua bilangan tersebut caranya susun masing-masing elemen dalam satu lajur, yaitu sebagai berikut. 2 4 , 5 6 2 3 , 7 2 − 0 , 8 4 Jadi, 24,56 – 23,72 = 0,84. b Bilangan 25,56 terdiri atas puluhan, satuan, koma desimal, persepuluhan dan perseratusan. Sedangkan bilangan 13,5 terdiri atas puluhan, satuan, koma desimal dan persepuluhan. Agar elemen pada bilangan 13,5 sama dengan elemen pada bilangan 25,56 maka kita bisa menambahkan angka nol dibagian paling belakang angka 13,5 sehingga menjadi 13,50. Untuk mengurangkannya sama seperti soal 2. a yaitu sebagai berikut. 2 5 , 5 6 1 3 , 5 0 − 1 2 , 0 6 Jadi, 25,56 – 13,5 = 12,06. Tips Untuk menjumlahkan atau mengurangkan pecahan desimal dengan cara bersusun adalah jumlahkan atau kurangkan dari kolom yang ada disebelah kanan dan seterusnya sampai kolom yang ada di sebelah kiri. Untuk meletakkan tanda koma juga harus satu garis vertikal. Agar pemahaman kalian lebih mantab lagi tentang konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan-bilangan desimal, silahkan kalian simak beberapa contoh soal dan pembahasannya berikut ini. Contoh Soal 1 Hitunglah nilai penjumlahan dari 18,05; 56,185, dan 125,2 Jawab Bilangan 125,2 memiliki elemen seribuan, sehingga untuk mempermudah perhitungan, bilangan tersebut diletakkan paling atas. Dengan cara bersusun, maka penjumlahan ketiga bilangan di atas adalah sebagai berikut. 1 2 5 , 2 0 0 1 8 , 0 5 0 5 6 , 1 8 5 + 1 9 9 , 4 3 5 Jadi, 125,2 + 18,05 + 56,185 = 199,435. Contoh Soal 2 Hitunglah hasil pengurangan dari 125,8 – 98,847 Jawab Bilangan 125,8 di belakang koma hanya memuat persepuluhan, sedangkan bilangan 98,847 di belakang koma memuat persepuluhan, perseratusan, dan perseribuan. Agar bilangan pertama memuat elemen yang sama pada bilangan kedua, maka kita tambahkan dua angkan 0 nol di belakang koma, sehingga menjadi 125,800. Dengan cara bersusun, maka selisih kedua bilangan tersebut adalah 1 2 5 , 8 0 0 9 8 , 8 4 7 − 2 6 , 9 5 3 Jadi, 125,8 – 98,847 = 26,953. Contoh Soal 3 Hitunglah hasil operasi hitungan bilangan-bilangan pecahan desimal berikut ini. a 2,543 + 1,075 – 3,211 b 3,106 – 2,058 + 0,115 Jawab a Karena sifat penjumlahan dan pengurangan sama-sama kuat, maka pertama kita jumlahkan bilangan 2,543 dengan 1,075 karena operasi penjumlahan letakknya paling kiri pertama. 2 , 5 4 3 1 , 0 7 5 + 3 , 6 1 8 Selanjutnya hasil penjumlahan tersebut kita kurangkan dengan bilangan desimal terakhir yaitu sebagai beriku. 3 , 6 1 8 3 , 2 1 1 − 0 , 4 0 7 Jadi, 2,543 + 1,075 – 3,211 = 0,407. b Sama seperti pada contoh soal 3. a, karena operasi pengurangan letaknya paling pertama maka kita selesaikan dahulu operasi pengurangan tersebut, yaitu sebagai berikut. 3 , 1 0 6 2 , 0 5 8 − 1 , 0 4 8 Lalu hasil selisih tersebut, kita jumlahkan dengan bilangan ketiga, yaitu sebagai berikut. 1 , 0 4 8 0 , 1 1 5 + 1 , 1 6 3 Jadi, 3,106 – 2,058 + 0,115 = 1,163 Contoh Soal Cerita Dua buah kapal laut berangkat dari salah satu pelabuhan dengan jalur yang sama. Kapal pertama berangkat dari pelabuhan pada pagi hari dan kapal kedua berangkat dari pelabuhan pada sore harinya. Pada hari kedua, jarak yang ditempuh kapal pertama sejauh 356,175 km sedangkan kapal kedua sejauh 218,25 km. Tentukanlah selisih jarak yang ditempuh kapal pertama dan kapal kedua! Jawab Misalkan kapal pertama = A, dan kapal kedua = B Jarak yang ditempuh kapal A = 356,175 km Jarak yang ditempuh kapal B = 218,25 km Maka, selisih jarak antara kapal A dan kapal B adalah sebagai berikut. 3 5 6 , 1 7 5 2 1 8 , 2 5 − 1 3 7 , 9 2 5 Dengan demikian, selisih jarak antara kapal pertama dan kedua adalah 147,925 km. Contoh Soal Geometri Diketahui AB = 18,2 cm, AD = 13,8 cm, dan CD = 12,5 cm. Jika keliling trapesium ABCD adalah 59,8 cm, tentukanlah panjang sisi BC! Jawab Keliling trapesium adalah jumlah keempat sisinya yaitu sebagai berikut. ⇒ Keliling = AB + AD + CD + BC ⇒ 59,8 = 18,2 + 13,8 + 12,5 + BC ⇒ 59,8 = 44,5 + BC ⇒ BC = 59,8 – 44,5 ⇒ BC = 15,3 Jadi, panjang sisi BC adalah 15,3 cm.
penjumlahan pecahan desimal berikut yang hasilnya terbesar adalah