pentingnya menjaga persatuan bangsa kecuali
Sepertiyang sudah dijelaskan sebelumnya, persatuan dan kesatuan menjadi hal yang sangat penting di Indonesia. Untuk itu, berikut tiga cara untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia: Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa salira. Melakukan gotong royong dalam membersihkan lingkungan sekitar atau sarana-prasarana umum.
Persatuandan Kesatuan Bangsa: Pengertian, Makna, Prinsip, dan Perilaku. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal penting yang harus dimiliki oleh semua negara, agar dapat menjadi negara yang kokoh. Adanya masyarakat yang bersatu merupakan salah satu dasar terbentuknya suatu negara. Indonesia adalah negara yang majemuk dan terdiri dari banyak
Dikaruniakemajemukan yang terhampar dari Sabang hingga Merauke, bangsa ini mesti memahami pula cara mengelola keragaman untuk terus menjaga terwujudnya persatuan. Semboyan Bhineka Tunggal Ika memiliki makna sesuai dengan keberagaman masyarakat Indoensia yang tak hanya beraneka ragam agama, suku, ras, budaya dan gender.
Menjagapersatuan dan kesatuan bangsa merupakan tanggungjawab bagi seluruh warga negara. Hal tersebut sudah menjadi amanat dari Pancasila maupun UUD 1945. Faktor Pendorong Persatuan Bangsa Ada beberapa faktor yang dapat mendorong persatuan suatu bangsa. Faktor tersebut berpengaruh terhadap keutuhan dan kerukunan bangsa Indonesia.
ManfaatPersatuan dan Kesatuan Bangsa Bisa mengatasi semua perbedaan yang timbul dengan penuh kesadaran. Pembangunan nasional akan berjalan lebih lancar, aman, dan baik. Bangsa Indonesia lebih mudah untuk maju Mempermudah untuk mencapai tujuan nasional, yaitu tujuan yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke 4
Whatsapp Dating Group In South Africa. Karena secara geografis indonesia berupa pulau-pulau, secara budaya terdiri dari suku dan budaya yang berbeda, secara sejarah indonesia mempunyai perjalanan yang panjang, sehingga persatuan dan kesatuan yang dapat mengikat keutuhan jika kurang tepat Pertanyaan Mengapa persatuan dan kesatuan sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI?Jawaban Karena, Tanpa adanya persatuan dan kesatuan , kita tidak bisa dapat hidup sebagai suatu bangsa. Adapun tugas untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa tidak hanya bergantung kepada pemerintah semata. Sebagai bangsa Indonesia, kita semua memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga persatuan NKRI.SEJUTAPOHON
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. OlehNur Kholijah HasibuanNegara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 mempunyai tekad untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan serta kedaulatan bangsa dan negara berdasarkan pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun karna itu,dalam kehidupan bernegara,aspek pertahanan merupakan faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup warga negara harus slalu menjaga kehormatan bangsa dan negara sebagai bagian dari bangsa dan negara indonesia .Hal tersebut dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistensi negara sesuai dengan prinsip kedaulatan atau tidaknya negara ini tergantung dari rakyatnya sendiri untuk mempertahankan keberadaannya. Dalam pasal 27 ayat 3 UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dijelaskan bahwa setiap warga negara itu memiliki hak dan kewajiban dalam upaya pembelaan negara .Bela negara merupakan tekad,menyeluruh,terpadu,dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air,kerelaan berkorban untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun bela negara selain sebagai kewajiban dasar manusia,juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran,tanggung jawab,dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Semangat dan komitmen para pejuang tempo dulu dalam meraih kemerdekaan,dilandasi dengan keteguhan dan keyakinan pentingnya persatuan dan kesatuan tersebut juga masih diperlukan dalam rangka mengisi dan mempertahankan NKRI. Semangat kebangsaan merupakan daya dorong dan motivasi yang berperan kuat dalam tahap perjuangan mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan pembangunan segala bidang. Dalam perkembangan sejarah bangsa Indonesia, tidak mustahil bahwa di masa mendatang akan timbul ancaman dan bahaya terhadap keberadaan NKRI seperti yang pernah dialami di masa lalu. Untuk menanggulangi masalah tersebut, diperlukan semangat kebangsaan dengan intensitas tinggi seperti dalam tahap perjuangan sik perang kemerdekaan tahun pasal 30 ayat 1 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,dijelaskan bahwa setiap warga negara juga mempunyai hak dan kewajiban dalam usaha pertahanan dan keamanan pertahanan keamanan negara itu dilaksanakan melalui sistem pertahanan keamanan rakyat semesta sishankamrata,yang dilaksanakan oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama serta rakyat sebagai kekuatan pendukung .TNI yang terdiri atas angkatan darat,laut,dan udara merupakan alat negara yang bertugas mempertahankan,melindungi,dan memelihara keutuhan serta kedaulatan itu, polri merupakan alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang bertugas mengayomi,melindungi,dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum. Pemerintah negara melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia,memajukan kesejahtraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa,dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi,dan keadilan Indonesia berhak dan wajib membela serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara,keutuhan wilayah,serta keselamatan segenap bangsa dari segala warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk berpartisipasi atau turut serta dalam upaya pembelaan negara bukan hanya dilakukan oleh para pahlawan tempo dulu dalam berjuang meraih kemerdekaan atau dalam mempertahankan kemerdekaan saja,namun kita semua sebagai pemilik negri ini sampai kapanpun harus turut berjuang untuk mempertahankan kedaulatan serta memajukan Mahasiswi Manajemen Pendidikan Islam Uin-Suska Syarif Kasim Riau Lihat Kebijakan Selengkapnya
Di dalam sebuah bernegara, tentunya Anda tidak akan tinggal hanya seorang diri saja. Terdapat warga lain yang juga tinggal di sana. Oleh karena itulah, dibutuhkan adanya persatuan. Karena memang akan mustahil sebuah negara untuk mengayomi warga tanpa adanya persatuan dan kesatuan. Untuk dapat meraih hal tersebut, maka tentunya disini kesatuan merupakan jalan utama. Berikut ini akan diulas tentang apa pentingnya persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia. 1. Mengatasi Perbedaan Seperti yang telah disinggung di atas, bahwa dengan persatuan dan kesatuan tentu hal tersebut akan mampu untuk mengayomi warga. Perbedaan antar budaya, individu ras, tidak akan menjadi halangan. Dengan adanya persatuan akan lebih mudah dalam memahami satu sama lain. Tentunya hal tersebut bisa menjadi sebuah anugerah dan kekuatan yang sungguh kuat untuk tetap menjaga hubungan antar sesama agar selalu rukun dan harmonis. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, maka warga masyarakat Indonesia akan terpecah belah. 2. Untuk Mempermudah dalam Mencapai Tujuan Bangsa Negara Indonesia sendiri memiliki tujuan nasional yang harus di wujudkan. Semua tujuan-tujuan tersebut hanya bisa dicapai jika warga negara Indonesia sendiri bersatu. Tanpda adanya persatuan maka yang ada hanyalah perpecahan. Hal inilah yang sangat dihindari oleh bangsa Indonesia. Karena itulah penting untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bagi seluruh masyarakat yang Indonesia. Tujuan bangsa tentu tak akan terwujud jika seluruh bangsa Indonesia tdiak bersatu. 3. Bangsa Indonesia Akan Lebih Maju Menjadi negara maju tentu merupakan keinginan setiap bangsa dan negara yang ada di dunia, tak terkecuali di sini adalah Bangsa Indonesia. Untuk menjadi negara yang maju, maka terlebih dahulu Negara Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi negara berkembang harus lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan. 4. Untuk Menjaga Keutuhan serta Keamanan NKRI Dengan persatuan dan kesatuan tentu hal tersebut akan mampu untuk meminimalisir terjadinya perpecahan yang bisa saja mengganggu keamanan serta keutuhan dari Negara Indonesia. Hal tersebut tentu bisa dicapai jika seluruh masyarakat Indonesia membangun rasa solidaritas yang cukup tinggi, toleransi antar satu sama lain, serta sikap saling setia kawan. 5. Menciptakan Pergaulan yang Lebih Akrab Dengan memiliki semangat persatuan dan kesatuan tentu rasa keakraban pun akan jauh lebih mudah untuk dibangun. Setiap warga negara akan saling hidup berdampingan, rukun, tolong-menolong dan juga lebih akrab antara satu sama lain. Tentunya dengan begitu akan menciptakan Indonesia yang lebih harmonis. 6. Tercipta Ketenangan Pentingnya persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia selanjutnya yaitu agar tercipta ketenangan dalam hidup bermasyarakat. Karena dengan begitu tidak akan ada diskriminasi ras, suku, agama maupun golongan. 7. Pembangunan yang Jauh Lebih Mudah Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan di dalam diri masyarakat juga akan memunculkan rasa kepedulian yang sangatlah tinggi. Setiap warga negara Indonesia nantinya akan jauh lebih peduli dengan perkembangan negara. Serta berusaha untuk melakukan hal-hal terbaik agar dapat berjalan dengan lebih lancar. Bentuk pertolongan yang dapat diberikan nantinya yaitu dengan taat membayar pajak tepat waktu atau juga bisa dilakukan dengan cara menjaga lingkungan sekitar dari berbagai macam kerusakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan begitu tentunya Negara Indonesia akan semakin bertumbuh menjadi negara yang lebih maju. Utamanya disini dalam hal pembangunan sarana dan prasarana. Baca juga konten terkait di PPPA Kenapa Bali Menjadi Tujuan Utama Wisatawan Mengapa Pulau Bali disebut sebagai Pulau Seribu Pura Apakah Bali Menjadi Destinasi Wisata Mancanegara yang Terkenal Alasan Rakyat Bali Mengadakan Perang Puputan Margarana
Allah SWT telah berfirman dalam Alquran وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” QS. Ali Imran 103 Persatuan merupakan hal urgen dalam kehidupan manusia, tak terkecuali dalam hal berbangsa dan bernegara. Islam pun mengecam segala bentuk perpecahan antar anak bangsa. Karena sejatinya perpecahan dapat mengakibatkan kehancuran sebuah bangsa yang mempermudah para musuh untuk memporak-porandakan sebuah negara. Lihat Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsir al-Bahr al-Muhith, [Beirut Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002] vol. IV hal. 499 Pentingnya Persatuan Pendiri Muassis Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, dalam Muqaddimah Qanun Asasi mengingatkan akan pentingnya persatuan bangsa. Sebagaimana ungkapan beliau وَمِنَ الْمَعْلـُوْمِ اَنَّ النَّاسَ لاَبُدَّ لَهُمْ مِنَ اْلاِجْتِمَاعِ وَالْمُخَالَطَةِ ِلأَنَّ الْفَرْدَ الْوَاحِدَ لاَيُمْكِنُ اَنْ يَسْتَقِلَّ بِجَمِيْعِ حَاجَاتِهِ، فَهُوَ مُضْظَرٌّ بِحُكْمِ الضَّرُوْرَةِ اِلَى اْلاِجْتِمَاعِ الَّذِيْ يَجْلِبُ اِلَى اُمَّتِهِ الْخَيْرَ وَيَدْفَعُ عَنْهَا الشَّرَّ وَالضَّيْرَ. فَاْلإِتِّحَادُ وَارْتِبَاطُ الْقُلُوْبِ بِبَعْضِهَا وَتَضَافُرُهَا عَلَى اَمْرٍ وَاحِدٍ وَاجْتِمَاعُهَا عَلَى كَلِمَةٍ وَاحِدَةٍ مِنْ أَهَمِّ اَسْبَابِ السَعَادَةِ وَاَقْوَى دَوَاعِى الْمَحَبَّةِ وَاْلمَوَدَّةِ. وَكَمْ ِبهِ عُمِّرَتِ البِلاَدُ وَسَادَتِ الْعِبَادُ وَانْتَشَرَ الْعِمْرَانُ وَتَقَدَّمَتِ اْلاَوْطَانُ وَاُسِّسَتِ الْمَمَالِكُ وسُهِّلَتِ المسَاَلِكُ وَكَثُرَ التَّوَاصُلُ اِلَى غَيْرِ ذَلِكَ مِنْ فَوَائِدِ اْلاِتِّحَادِ الَّذِيْ هُوَ اَعْظَمُ الْفَضَائِلِ وَأَمْتَنُ اْلاَسْبَابِ وَالْوَسَائِلِ “Sebagaimana diketahui, manusia adalah makhluk yang harus hidup bemasyarakat komunal dan berinteraksi dengan yang lain. Karena seseorang tidak akan mampu memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Suatu keharusan baginya untuk bermasyarakat, berkumpul yang membawa manfaat bagi umatnya dan menolak kemdlaratan serta ancaman darinya. Sebab itu, persatuan, ikatan batin, saling bantu dalam suatu masalah dan kesepakatan bersama merupakan penyebab kebahagiaan dan faktor penting dalam menciptakan persaudaraan dan kasih sayang. Sungguh banyak negara-negara yang menjadi makmur, rakyat banyak yang menjadi pemimpin hebat, pembangunan merata, negeri-negeri menjadi maju, kedaulatan pemerintah ditegakkan, jalan-jalan menjadi mudah, perhubungan menjadi ramai dan masih banyak lagi manfaat dari persatuan yang merupakan keutamaan yang agung serta menjadi sarana yang paling ampuh.” Lihat Muhammad Hasyim Asy’ari, Muqaddimah Qanun Asasi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama pada At-Tibyan [Jombang Maktabah at-Turats al-Islami, hal. 22 Bahaya Perpecahan Apabila manfaat dari sebuah persatuan bangsa sedemikian besar, maka sebaliknya bahaya dari sebuah perpecahan tidak kalah besar. Perpecahan bangsa dapat berdampak menghancurkan sendi-sendi kehidupan, baik kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Dalam lanjutan penegasannya, KH. Hasyim Asy’ari mengatakan ِفاَلتَّفَرُّقُ سَبَبُ الضُّعْفِ وَالخِْذْلاَنِ وَالْفَشْلِ فِيْ جمَِيْعِ اْلأَزْمَانِ. بَلْ هُوَ مَجْلَبَةُ الْفَسَادِ وَمَطِيَّةُ الْكَسَادِ وَدَاعِيَةُ الْخَرَابِ وَالدِّمَارِ وَدَاهِيَةُ اْلعَارِ وَالشَّتَّارِ. فَكَمْ مِنْ عَائِلاَتٍ كَبِيْرَةٍ كَانَتْ فِيْ رَغَدٍ مِنَ اْلعَيْشِ وَبُيُوْتٍ كَثِيْرَةٍ كَانَتْ آهِلَةً بِأَهْلِهَا حَتّى اِذَا دَبَّتْ فِيْهِمْ عَقَارِبُ التَّنَازُعِ وَسَرَى سُمُّهَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ، وَأَخَذَ مِنْهُمُ الشَّيْطَانُ مَْأخَذَهُ تَفَرَّقُوْا شَذَرَمَذَرَ فَأَصْبَحَتْ بُيُوْتُهُمْ خَاوِيَةً عَلَى عُرُوْشِهَا. “Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di sepanjang zaman. Bahkan pangkal kehancuran dan kemacetan, sumber keruntuhan dan kebinasaan, dan penyebab kehinaan dan kenistaan. Betapa banyak keluarga-keluarga besar semula hidup dalam keadaan makmur, rumah-rumah penuh dengan penghuni, sampai suatu ketika kalajengking perpecahan merayapi mereka, bisanya menjalar meracuni hati mereka dan syaitanpun melakukan perannya, mereka porak poranda. Dan rumah-rumah mereka runtuh berantakan.” Lihat Asy’ari, Muqaddimah, hal. 23 Dengan demikian, tidak ada alasan bagi seluruh anak bangsa kecuali bersatu-padu menjaga NKRI, mengawal Bhinneka Tunggal Ika, berpijak pada UUD 1945 dengan semangat Pancasila, mewujudkan kemaslahatan bersama melalui persatuan dan kesatuan bangsa. []waAllahu a’lam Baca juga NASIONALISME RELIGUS MANHAJ KEBANGSAAN ULAMA’ NUSANTARA Subscribe juga Pondok Pesantren Lirboyo PENTINGNYA MENJAGA PERSATUAN BANGSA PENTINGNYA MENJAGA PERSATUAN BANGSA 0 Penting
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Nama Irsyad HumaidiPleton CumulunimbusAsal Rokan Hulu, RiauTantangan Terbesar dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan BangsaDalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di sekitar kita, ada berbagai tantangan yang bisa ini beberapa tantangan terbesar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa- Kurangnya kesadaran pada pentingnya persatuan dan kesatuan Adanya perbedaan pendapat satu sama lain mengenai persatuan dan kesatuan Terlalu mementingkan suku, golongan, atau agama di atas kepentingan Ketakutan atau trauma tertentu pada peristiwa masa lalu yang Adanya pengaruh budaya dari luar yang memengaruhi pemahaman akan persatuan dan kesatuan Berita hoaks yang semakin mudah diakses, sehingga memengaruhi orang lain dalam berpikir mengenai persatuan dan untuk mempertahankan NKRI ini perlu dilakukan setiap waktu. Sebab potensi ancaman, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri pasti ada. Sebagai warga negara yang baik, kita perlu memahami tantangan-tantangan dalam menjaga keutuhan NKRI agar senantiasa Internal Tantangan internal adalah segala bentuk gangguan dari dalam negeri yang dapat menggoyahkan kesatuan dan persatuan NKRI. Gangguan-gangguan tersebut dapat menghambat pembangunan nasional dan mengancam keutuhan negara. Berikut ini adalah sejumlah tantangan internal yang dimiliki bangsa Indonesia1. Keanekaragaman Bangsa Tidak dapat dipungkiri, keberagaman dalam masyarakat bisa menjadi salah satu sumber konflik. Misalnya perselisihan yang dilatarbelakangi oleh ras, suku, agama, dan lain sebagainya. Jika tidak ditangani dengan baik, maka keberagaman masyarakat akan menimbulkan perpecahan Kesenjangan Sosial dan Ekonomi di MasyarakatKesenjangan sosial yang besar menunjukkan adanya ketidakstabilan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi yang belum dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat ini dapat memecah masyarakat ke dalam golongan-golongan tertentu. Selain itu kesenjangan juga dapat menciptakan kecemburuan sosial yang berpotensi menjadi sumber Separatisme Ketidakmerataan ekonomi dapat mengakibatkan munculnya paham yang menginginkan pemisahan wilayah guna membentuk negara sendiri. Separatisme juga dapat berakar dari perbedaan cara pandang. Sejak proklamasi kemerdekaan, telah ada sejumlah upaya dari kelompok tertentu untuk memisahkan diri dari RadikalismeRadikalisme adalah suatu paham yang menolak tatanan, tertib sosial, dan paham politik yang ada dengan cara perombakan secara besar-besaran melalui jalan dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah faktor politik, ekonomi, psikologis, sosial, dan Eksternal Tantangan eksternal adalah segala bentuk gangguan dari luar negeri yang dapat menggoyahkan kesatuan dan persatuan NKRI. Berikut ini adalah sejumlah contoh tantangan eksternal yang dihadapi Indonesia1. Globalisasi Dengan adanya globalisasi, budaya asing semakin mudah masuk ke Indonesia. Beberapa kebudayaan tersebut ada yang bertentangan dengan budaya nasional atau kepribadian bangsa itu dengan adanya globalisasi ekonomi bisa jadi produk-produk dari luar negeri justru membanjiri Indonesia dan membuat pengusaha lokal kalah Intervensi Asing Intervensi asing ini bisa mewujud dalam banyak hal, termasuk konflik teritori atau wilayah. Salah satu contohnya adalah masalah ada kapal asing, baik milik pemerintah atau swasta, yang memasuki teritori tanpa izin. Ini sama artinya mereka tidak mengakui kedaulatan Indonesia di wilayah Jaringan Narkoba Internasional Jaringan narkoba internasional menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasarnya. Masalah narkoba tidak hanya melemahkan tatanan moral masyarakat, tetapi juga sering bersinggungan dengan kejahatan lainnya seperti prostitusi dan Persatuan dan Kesatuan BangsaDalam konteks kompleks yang telah dipaparkan di atas, pertanyaan urgen yang mesti kita jawab ialah, bagaimana kita merajut persatuan dan kesatuan bangsa yang sehat, harmonis, dan langgeng? Sebagai sesama anak bangsa, ada beberapa perspektif yang mesti dibangun sebagaimana diuraikan di bawah Kesadaran Kuat tentang Wawasan KebangsaanSeluruh komponen bangsa harus memiliki kesadaran ini, tidak terkecuali seluruh pemeluk agama. Dalam agama Kristen, Alkitab memberi bukti bahwa betapa pentingnya mendukung bangsa dan negara. Semangat kebangsaan ditunjukkan secara terbuka bebera teks AlkitabPara pendiri bangsa Indonesia the founding fathers semula telah menyadari bahwa kenyataan pluralisme bangsa Indonesia dari segi suku, budaya, daerah, dan terutama agama yang d berpotensi melahirkan konflik dan perpecahan yang mengancam keutuhan bangsa. Sesungguhnya kemajemukan adalah kekayaan yang patut disyukuri. Pilar-pilar kebangsaan semestinya dikedepankan karena sudah merupakan konfesi/konsensus bersama dan bersifat final, yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal yang BerkarakterPendidikan yang berkarakter merupakan upaya sadar yang dilakuakan seseorang atau sekelompok orang untuk menginternalisasikan nilai-nilai pada seseorang yang lain sebagai pencerahan agar peserta didik mengetahui, berfikir, dan bertindak secara bermoral dalam menghadapi setiap situasi. Tujuan dari pendidikan yang berkarakter adalah untu membentuk pribadi seseoranng menjadi manusia yang ini, pendidikan karakter di Indonesia semakin menjadi pusat perhatian dalam dunia pendidikan. Hal ini disebabkan karena penurunan moral para penerus bangsa yang semakin mengkhawatirkan. Tidak sedikit kasus-kasus beredar tentang turunnya moral anak bangsa, mulai dari perlakuan yang tidak sopan kepada guru/dosennya, tawuran, dan tindak masalah inilah yang membuat perhatian pemerintah semakin tertuju pada pendidikan yang berkarakter. Namun usaha yang dilakukan oleh pemerintah terhadap peserta didik sepertinya tidak sejalan dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar lingkungannya, terutama di lingkungan sekolah atau kampus. Tidak sedikit tenaga pendidik yang memberikan contoh yang tidak baik kepada peserta didik. Padahal karakter dari seorang tenaga pendidik sangat berperan penting dalam pembentukan karakter seorang tenaga pendidik tidak hanya memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang bagaimana karakter yang baik itu, bagaimana seharusnya kita sebagai manusia itu berperilaku, tapi juga tenaga pendidik harus memberikan contoh yang baik pula kepada peserta didik agar sosialisasi yang diberikan itu dapat berjalan dengan sempurna dan agar pendidikan karakter itu dapat berjalan dengan sempurna pula. Pun peserta didik seharusnya juga harus memiliki kemampuan dalam memfilter mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang tidak baik. Kesimpulannya, tenaga pendidik dan peserta didik harus bekerja sama agar pendidikan karakter di Indonesia Berbasis Keluarga Salah satu fungsi keluarga dalam perspektif pendidikan adalah sebagai tempat bagi penanaman nilai-nilai positif bagi kehidupan, pengembangan, dan pemantapan keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan dengan fungsi-fungsi lain. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan, manusia tidak mungkin berperadaban atau tidak mungkin berkebudayaan. Pengetahuan dapat bertambah karena melalui proses pendidikan, baik pendidikan formal resmi, informal keluarga, lingkungan, teladan, maupun non formal kursus. Melalui pendidikan, manusia bisa mengembankan kemampuan imajinasi menjadi begitu pentingnya pendidikan, melalui jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang menekankan tentang tujuan pendidikan. Pada pasal 3 menyebutkan, "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab".Diharapkan melalui rumusan tujuan pendidikan nasional ini memberikan arah bagi pendidikan yang baik dan relevan untuk menjawab kebutuhan konteks Indonesia. Hanya saja, yang terlihat selama ini justru sangat jauh dari cita-cita ideal bangsa. Di mana-mana ditemukan hal-hal yang kontras dengan tujuan pendidikan. Degradasi mentalitas-moralitas-spiritualitas anak bangsa sangat terasa memilukan dan memalukan. Perilaku koruptif di luar aturan main menjadi hal yang seakan-akan dilegitimasi. Semua mengatasnamakan kebenaran dan hukum. Semua mencari pembenaran. Semua mencari kambing hitam, Nilai Pendidikan dalam Konteks PluralSebagai bangsa yang kaya raya dengan sumber daya alam tetapi juga kaya raya dari sisi budaya, kesadaran terhadap nilai pendidikan dalam konteks plural perlu digemakan. Salah kesadaran pluralitas keyakinan dibincangkan oleh Julianus Mojau dalam bukunya yang berjudul Meniadakan atau Merangkul Pergulatan Teologis Protestan dengan Islam Politik di Indonesia. Buku ini, tidak hanya menggumuli tentang tantangan yang kompleks, tetapi juga berbicara tentang kekayaan dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Salah satu tekanan tulisan ini terangkum dalam harapan yang tertuang dalam prakatanya yang menyatakan,"Semoga buku ini akan memberi sumbangan kecil dengan cara terssendiri pada usaha kita bersama memelihara proses menjadi Indonesia dengan semangat kebangsaan emansipatoris dan juga boleh saling menerima perbedaan antarelemen masyarakat suku, agama, bahasa, dan budaya serta pilihan orientasi ideologi sebagai fitra-sosiologis-teologis proses menjadi Indonesia. Dengan begitu, hidup damai bukanlah sekadar sebuah retorika, melainkan menjadi praksis hidup bersama". Lihat Hukum Selengkapnya
pentingnya menjaga persatuan bangsa kecuali